Surfing di Perbatasan Korea Selatan dan Utara, Dijaga Tentara!

Posted on

Seoul – Mau surfing antimainstream? Datanglah ke Korea karena Anda akan dijaga tentara saat surfing.

Dilansir dari CNN Travel, Kamis (7/6/2018), lokasi surfing itu ada di dekat DMZ Korea. Anda harus melewati kawat berduri untuk mencapai ombaknya. Deg-degan!

Korean Demilitarized Zone (DMZ) atau Garis Demarkasi Militer Korea ini adalah tanah tak bertuan sekitar 48 kilometer sebelah utara Kota Seoul. Didirikan setelah adanya Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea pada tahun 1953.

DMZ ini membagi semenanjung Korea menjadi dua bagian. Zona sepanjang 160 mil itu kini bukan hanya tempat pertemuan politik strategis, tapi juga magnet bagi para turis.

Turis melintasi pinggiran kawat berduri untuk surfing di DMZ (CNN Travel)

Korean Demilitarized Zone memang dijaga ketat oleh militer dari kedua negara. Ada pagar kawat yang tinggi, kamera keamanan, menara jaga dan pos-pos tentara tetapi Korean Demilitarized Zone juga tempat bagi ombak terbaik di Korea Selatan.

BACA JUGA: Bentang Alam Korea Utara yang Belum Pernah Kamu Lihat

Dalam beberapa tahun terakhir, para penggemar surfing bermunculan di tengah-tengah benteng militer Korean Demilitarized Zone. Terletak sekitar 45 mil (70 kilometer) dari DMZ, bernama ‘Surfyy Beach’, tempatnya surfing dipisahkan oleh pagar keamanan yang tinggi dan berujung kawat duri.

Setiap pagi, tentara membuka gerbang pagar yang memberi akses ke laut. Sebelumnya, seseorang yang juga pegiat wisata di sana bernegosiasi dengan militer serta pejabat daerah agar mendapat izin untuk mendirikan bisnis mereka di pantai itu.

Pantai di Korean Demilitarized Zone yang tertutup bagi warga sipil hingga 2015. Di 38th Parallel Beach ada satu regu tentara yang membawa senapan berpatroli di pantai saat matahari terbit, sebelum peselancar berdatangan. (msl/aff)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar