Tahi Lalat Bisa Berubah Jadi Kanker Kulit, Simak 4 Ciri-cirinya

Posted on

JawaPos.com – Tahi lalat adalah kondisi kulit umum yang sering muncul pada kebanyakan orang. Beberapa tahi lalat muncul sejak lahir, walau biasanya muncul pada 30 tahun pertama.

Walau mungkin mengganggu pemandangan, tahi lalat biasanya sama sekali tidak membahayakan. Kebanyakan tahi lalat jinak, alias tidak bersifat kanker. Namun pada sejumlah kasus langka, tahi lalat dapat mengganas menjadi melanoma, salah satu jenis kanker kulit.

Apa saja tanda tahi lalat yang merupakan ciri kanker kulit? Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Selasa (29/5), ada bedanya antara tahi lalat biasa dengan yang berpotensi menjadi kanker melanoma.

Kanker melanoma biasanya muncul sebagai bintik berwarna gelap mirip tahi lalat biasa dan berkembang dengan sangat cepat pada kulit. Melanoma dapat muncul di area yang belum pernah memiliki tahi lalat. Atau dari tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, atau warna. Pada beberapa kasus, melanoma berwarna merah, gatal dan dapat berdarah

Untuk itu, ada baiknya, memeriksa kulit setiap beberapa bulan untuk melihat adanya tanda tahi lalat yang baru muncul atau apakah ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada. Tanda tahi lalat yang bersifat kanker adalah pertumbuhan baru dapat muncul di bagian tubuh manapun, namun paling sering muncul pada punggung, kaki, tangan, dan wajah.

Beberapa tanda tahi lalat mencurigakan yang harus perhatikan adalah:

Warnanya

Satu tahi lalat yang punya 2 atau lebih warna berbeda

Teksturnya

Pinggiran tahi lalat yang tidak rata atau ujung bergerigi

Berdarah

Tahi lalat yang berdarah, gatal, merah, bengkak, atau berkerak.

Pembesaran

Tahi lalat yang membesar dengan cepat.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar