Tahun 2017 PT Djakarta Lloyd (Persero) Bukukan Laba Rp 36,6 miliar

Posted on

Kinerja Djakarta Lloyd mulai mengalami peningkatan setelah mengubah status laporan keuangan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang disandang selama 10 tahun, menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), bahkan kini masuk dalam kategori (A) perusahaan sehat.

Langkah perbaikan ini tidak terlepas dari penyelesaian hutang pajak masa lalu Djakarta Lloyd melalui Program Tax Amnesty pada tahun 2017, yang berdampak pada terbitnya Surat Keterangan Tidak Dipungut (SKTD) dari Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Selasa (15/5),  Djakarta Lloyd dinilai telah berhasil menyelesaikan permasalahan yang menjadi dasar opini pengecualian pada laporan keuangan tahun sebelumnya, melalui SLA (Subsidiary Loan Agreement) yang dikonversikan menjadi tambahan PMN melalui Peraturan Pemerintah No 62/2017.

Direktur Utama PT Djakarta Lloyd (Persero) Suyoto mengatakan tahun ini, Djakarta Lloyd telah membeli satu unit kapal tunda (tug bot) dan satu curah jenis handymax dengan bobot 56.000 Dead Weight Tonnage (DWT). 

Kapal bernama, “Dharma Lautan Intan,” di launching, 11 April 2018 lalu di Pelabuhan Batu Ampar, Batam yang disaksikan Menteri BUMN Rini.

“Kami berharap Djakarta Lloyd semakin berkembang,” ungkap Suyoto di Jakarta, Jumat (18/5).

Dia berharap jika semua BUMN yang membutuhkan pelayanan angkutan cargo dapat menggunakan jasa Djakarta Lloyd. Karena ia yakin pihaknya mampu memberi pelayanan yang efisien, aman, dan harga yang kompetitif.


(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar