Tak Ada Payung Hukum Sebabkan Korban Pelecehan Diam

Posted on

JawaPos.com – Komnas Perempuan mencatat, terdapat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi sepanjang 2017. Oleh karena itu, pemerintah menyatakan perlu ada upaya masif membela kaum hawa. Namun, sayang belum ada sanksi pidana bagi pelaku pelecehan terhadap perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan, Indriyati Suparno mengatakan aturan pidana hanya menghukum pelaku pemerkosaan dan pencabulan. Sedangkan, pelaku pelecehan masih bebas berkeliaran. Oleh karena itu, dia mendorong anggota dewan bersama pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Baca Juga :  Belum Lama Putus, Kini Ariana Grande Gandeng Komedian

“Sudah ada (usulan pidana) dalam usulan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang saat ini sedang dibahas di Panja komisi 8 DPR RI,” katanya.

Belum adanya kejelasan sanksi hukum, diyakini Indriyati menjadi perempuan korban pelecehan fisik maupun non fisik memilih bungkam. Sebab, biasanya tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

“Biasanya mereka nggak berani menyuarakan karena takut, merasa pesimis atau percuma karena pasti nggak ada tanggapan, dianggap atau menganggap masalah kecil,” tukasnya.

Oleh karenanya, kembali Indriyati menekankan pentingnya keberadaan UU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Baca Juga :  Tolak Adegan Ranjang, Aktris Papan Atas Dunia Ini Ungkap Alasannya

(yln/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar