Tak Ada Pengurangan Target Meski 5 Calon Emiten Tunda IPO

Posted on

JawaPos.com – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengimbau agar perusahaan yang telah berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) tidak mengundurkan diri. Alasannya, kondisi pasar modal yang sedang tidak stabil akibat dari sentimen global.

Menurutnya, melalui IPO tersebut, perusahaan dapat melebarkan sayap bisnisnya menjadi lebih luas dan pengembangan bisnis pun menjadi lebih besar.

“Sayang sekali kalau menunda perusahaan Anda menjadi besar. Orang kan kalau IPO merencanakan perusahaan jadi besar,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Jumat (25/5).

Tito menuturkan, jika perusahaan menunda penawaran sahamnya di pasar modal, sama saja menunda kesuburan modal perusahaan. Sehingga, sebaiknya emiten tetap bertahan dengan menawarkan saham yang lebih besar.

“Saya lebih sarankan, kurangi ego. Supaya perusahaan tetap besar,” tegasnya.

Tito mengakui, memang ada beberapa emiten yang batal melakukan penawaran akibat ketidakstabilan pasar. Namun, lanjutnya, hal itu sangat wajar. Dari tahun ke tahun ada saja emiten yang batal melantai, tak hanya karena kondisi pasar modal yang fluktuatif.

“Tiap tahun ada tapi tidak ada yang memperhatikan. Ini sudah ada dua lagi yang akan masuk penawaran,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat menyebutkan setidaknya ada lima perusahaan yang menjadwalkan ulang (reschedule) IPO. Mereka antara lain PT Wahana Vinyl Nusantara, PT Wika Realty, PT Harvest Time, dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis.

Namun demikian, kata Tito, meskipun tertundanya rencana IPO lima perusahaan, saat ini di pipeline BEI tinggal sekitar 24 perusahaan yang menunggu masa pra efektif, sepanjang tahun ini, BEI optimistis jumlah perusahaan IPO akan lebih dari 35 perusahaan.

(ce1/mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar