Tamara Bleszynski Kagumi Program Perjalanan Lintas Iman Peace Train

Posted on
Jakarta

Salah satu aktris senior Indonesia Tamara Bleszynski mengapresiasi kegiatan Peace Train Indonesia angkatan ke-5 yang diselenggarakan di Wonosobo, Jawa Tengah. Tamara mengaku kagum dengan apa yang ia lihat selama mengikuti proses Peace Train di hari pertama.

“Saya kagum dengan apa yang saya lihat hari ini. Ketika perdamaian terwujud maka dari situ juga harmoni dapat terwujud,” ungkap Tamara di hadapan mantan Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif.

Kegiatan itu dilakukan di Masjid Al-Manshur Wonosobo, akhir pekan lalu. Peace merupakan sebuah program perjalanan lintas iman dengan menggunakan kereta api, menuju ke suatu kota yang telah ditentukan.

Kekaguman Tamara berawal saat melihat kegiatan Peace Train Indonesia yang berkunjung ke rumah-rumah ibadah serta berdialog langsung dengan para pemuka agama. Menurutnya, dengan berkunjung dan berdialog, maka kita bisa memahami agama atau kepercayaan orang lain.

Setelah mampu memahami, menurut Tamara, maka masyarakata bisa saling peduli. Tamara menyebutnya dengan istilah singkat ‘Sharing is Caring’.

40 peserta yang terlibat dalam peace train kali ini berasal dari berbagai wilayah yang tidak hanya dari Jawa, tetapi ada juga dari Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Mereka di hari pertama mengunjungi Masjid Al-Manshur dan sekaligus live-in di pesantren Yayasan Al-Manshur, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosobo, dan Vihara Bodhi Wahana.

Selain berkunjung dan berdialog dengan tokoh-tokoh lintas-iman, para peserta diajak untuk berinteraksi langsung ke salah satu sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak tunarungu, Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu “Dena-Upakara” di Jl. Mangli No.5 Kabupaten Wonosobo.

Bersama rombongan Peace Train, Tamara merasakan terharu saat berkunjung ke sekolah tersebut dan berada di tengah-tengah anak-anak perempuan tunarungu. Ia mengaku tersentuh saat melihat anak-anak tunarungu yang ternyata tetap bisa berprestasi dan melakukan hal-hal yang dilakukan anak-anak seusia lainya, yang bukan penyandang disabilitas.

Baginya tidak ada yang mustahil jika terus berusaha dan berlatih.

“Nothing is impossible,” tegas Tamara yang berharap bisa mengikuti Peace Train Indonesia ke-6 yang rencananya digelar di Malang, Jawa Timur.


(ken/ken)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar