Tampil Trendi Saat Lebaran Dengan Koleksi Batik Bergaya Jepang

Posted on

JawaPos.com – Batik umumnya digunakan dengan paduan gaya kemeja atau busana perempuan yang cenderung konservatif. Namun seiring dengan arus tren yang semakin dinamis, batik pun bisa dikombinasikan dengan gaya kontemporer. Seperti yang dilakukan desainer Novita Yunus terhadap Wastra Nusantara ini.

Lewat label NY by Novita Yunus, ia mengeluarkan 8 koleksi Raya terbaru bergaya ready to wear dengan tema ‘Against The Tide’. Melalui tangan dinginnya ia menggabungkan batik dengan teknik Shibori dari Jepang. Sebuah teknik motif dasar asal negeri matahari terbit yang dikombinasikan dengan teknik cap dari batik. Perpaduan lintas budaya tersebut menghasilkan siluette busana yang didominasi kaftan, oversized shirt, celana palazzo dan kimono.

“Koleksi kali ini menggabungkan dua teknik. Pertama-tama taruh bahan yang polos dengan pewarnaan Shibori terlebih dahulu untuk menjadi warna dasar. Dilanjutkan membatik dengan menggunakan teknik cap yang dilukis di atas kain yang sudah ada motif Shibori,” ungkap Novita Yunus, ditemui JawaPos.com usai menggelar show-nya di acara Fuschia Market Fashion Show, Mall Kota Kasablanka, Sabtu (26/5).

Baca Juga :  Ingin Hindari Jerawat Batu? Perhatikan Tips dari Sang Ahli

Sesuai dengan signature-nya yang tampil ‘out of the box’, Novita selalu menyelipkan wastra nusantara ke dalam rancangan yang elegan dan masa kini. Terlihat dari perpaduan batik mega mendung dan tenun tangan sutera Garut. Penggunaan bahan yang lebih loose seperti silk, cotton, sutera, linen dan rayon dipilih agar nyaman dikenakan saat lebaran.

Nuansa Ramadan dan Lebaran makin terasa dengan perpaduan warna lembut yang dibuat dari pewarnaan alami yakni dominasi putih dan biru. Disamping warna lain seperti cokelat, hijau tua dan merah. Unsur budaya Jepang terlihat dari aplikasi motif daun-daun lebar yang dibuat dengan eco print di atas kain batik.

“Aku bergerak di-signature NY dengan gabungan wastra nusantara, misalnya di celana ato kemeja saja. Pengerjaannya 1,5 bulan untuk mengkombinasikan kedua teknik tersebut. Saya tertarik karena dua negara ini memiliki latar belakang seni dan budaya tradisional yang tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Libur Sekolah, Yuk Kenalan dengan Robot Lucu dari Korea

Melengkapi tampilan busana, ia menambahkan aksesories unik seperti tas tangan dan selempang berumbai, tas majalah yang terbuat dari Batik dan Shibori. Tas tersebut dibuat dari bahan suede dan kulit yang telah dirajut dengan motif burung unta, phyton, dan cobra. Sepatu juga dibuat dari kombinasi bahan yang sama.

(fid/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar