Teguran Luhut Buat Menteri Susi Gara-Gara Tak Dapat Opini WTP

Posted on

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Penyebabnya, Menteri Susi meraih opini disclaimer atau tidak menyatakan pendapat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kesalahan kita kadang-kadang, kalau kita sudah duduk di kursi kekuasaan suka lupa mendengar,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (6/6).

Asal tahu saja, dari enam kementerian dan lembaga (K/L) yang berada dibawah koordinasi Luhut, ada dua yang disclaimer yaitu Kementerian KKP dan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Dok. Jawapos.com)

Sementara empat kementerian lain, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata meraih opini WTP.

“Saya minta tolong sama Pak Dirjen sampaikan sama Bu Menteri, kita dengerin apa mereka. Kita harus belajar mendengar. Mau mendengar,” jelasnya.

Luhut menuturkan adanya opini dari BPK sejatinya merupakan parameter. Mulai dari realisasi perencanaan program, hingga masukan-masukan yang diperoleh dari BPK. Meski begitu Luhut mengaku tidak hasil audit yang sempurna. Sehingga perbaikan-perbaikan harus terus dilakukan.

“Kami juga ada yang kurang, akan kita perbaiki. Tadi saya minta pendapat beliau. Tahun lalu kami diaudit,” jelasnya.

Dikatakan Luhut, tahun lalu juga tidak banyak Kementerian dibawah komandonya yang mendapat opini WTP. Tetapi kemarin, Menteri LHK Siti Nurbaya diberi nasihat oleh BPK untuk melakukan audit aset-aset yang pindah dari lingkungan Induk ke kehutanan. Mengingat, sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak jadi satu.

“Jadi kita semua, macam tadi ada ibu Siti di sana. Dulu memang karena Kementerian jadi satu, peluang mereka masih banyak,” pungkasnya.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar