Tenun Ikat ‘Nabrak’ Lurik, Sentuhan Berani Karya Didiet Maulana

Posted on

JawaPos.com – IKAT Indonesia by Didiet Maulana meramaikan koleksi Ramadan dan spring summer dengan pagelaran busana di Plaza Indonesia, Kamis (24/5). Dalam tema yang bertajuk ‘Surya’, Didiet sengaja memadukan dua pola kain yang jauh berbeda yakni tenun ikat dan lurik.

Didiet kali ini membawa koleksi ready to wear yang diramu dengan tampilan modest fashion. Dua kain itu sengaja dipadukan oleh Didiet untuk mengawinkan dua perbedaan sebagai simbol keberagaman Indonesia.

Highlight tenun dan lurik, saya mengawinkan keduanya. Zaman dulu agak sulit ya sebelumnya tahap pertama tenun ikat digabungkan dengan bahan yang polos tetapi saya main ke banyak daerah, riset, dapat pengetahuan baru. Bagaimana orang daerah berkreasi tabrak motif tenun ikat dan lurik. Pattern to pattern,” ujar Didiet.

Baca Juga :  Manfaat Ajaib di Balik Kulit Pisang untuk Gigi yang Putih

Koleksi perpaduan tenun dan lurik dalam tema ‘Surya’, IKAT Indonesia by Didiet Maulana. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Tentu menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menyatukan dua kain berbeda menjadi satu tampilan. Dengan koleksi 20 look, Didiet berhasil mengawinkan dua kain tersebut dengan koleksi beberapa layer. Secara konsep, Didiet mendapatkan inspirasi dari milenial influencer yang pandai memadukan berbagai busana.

“Milenial saat ini pintar sekali padu padan. Tabrak-tabrak pattern bagaimana bisa padukan motif garis-garis dengan motif yang sudah terstruktur pola geometris. Kami memakai benang merah dari segi warna agar warnanya nyambung,” jelas Didiet.

Koleksi kali ini mengedepankan potongan baru untuk milenial dengan teknik potongan loose fit, square, dan kontemporer dengan sentuhan Timur Tengah. Ada puka headscarves atau ikat kepala yang bisa digunakan juga sebagai kerudung

Baca Juga :  Miris, 4 Zodiak Ini Sering Dapat Perlakuan Kasar dari Pasangan

Lalu bicara soal tema ‘Surya’, hal itu mewakili koleksinya kali ini untuk meramaikan musim Spring/Summer dengan warna yang colorful. Koleksinya itu juga sebagai simbol untuk menghargai keberagaman Indonesia di tengah perbedaan.

“Koleksi saya ini sebagai simbol bahwa siapapun yang memakainya bisa mendapatkan kehangatan sang surya di tengah perbedaan keberagaman bangsa kita yang saat ini sedang butuh semangat untuk lebih optimis,” tutupnya.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar