Terdesak Smartphone Tiongkok, Samsung Diperkirakan Sulit Capai Target

Posted on

JawaPos.com – Analis memperkirakan, Samsung akan kehilangan target 350 juta penjualan smartphone. Sementara Samsung diprediksi kepleset atas targetnya, vendor lain dari Tiongkok justru akan semakin gencar penjualannya.

Seperti dilansir GSM Arena, Minggu, (24/6), Samsung telah menetapkan target 320 juta pengiriman smartphone di seluruh dunia untuk tahun ini. Namun setelah melihat data penjualan yang solid dari Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus di Q1 2018, perusahaan tersebut jumawa dan mengubah tujuannya menjadi 350 juta unit.

Namun, menurut sumber industri, raksasa teknologi asal Korea Selatan (Korsel) itu tidak akan dapat mencapai tujuan ambisiusnya. Sebab ada banyak faktor yang membuat Samsung akan sedikit kesulitan dengan targetnya itu.

Xiaomi jadi saingan Samsung asal Tiongkok (Giz China)

Faktor penghambat sulitnya Samsung meraih ambisinya yakni adalah penetrasi pasar agresif vendor Tiongkok. Pengiriman Samsung di negara itu menyusut dari 20 persen pada tahun 2013 kemudian turun menjadi di bawah 1 persen tahun lalu.

Hal ini karena pabrikan Tiongkok seperti Xiaomi, Huawei, Oppo, dan vivo mampu menjual smartphone mereka lebih murah namun dengan spesifikasi dan kualitas yang mirip-mirip dengan Samsung. Selama ini Samsung mampu membukukan sebanyak 319,7 juta pengiriman pada tahun 2015, 309,4 juta pada tahun 2016, dan 319,8 juta pada tahun 2017. Dimulai dengan awal yang baik tahun ini dengan 78,2 juta di kuartal satu 2018.

Sementara kuartal kedua diperkirakan akan mencapai 73 juta. Alasan terbesar kedua untuk penurunan penjualan yang diproyeksikan adalah Galaxy S9 dan S9 Plus yang berkinerja buruk meskipun memiliki awal yang bagus di waktu peluncuran. Jumlah total Galaxy S9 yang dikapalkan dan variannya diperkirakan tidak lebih dari 30 juta unit sepanjang tahun.

Ini adalah rekor pengiriman terendah untuk lini Galaxy S sejak 2012. Kendati begitu, Samsung disebut masih memiliki harapan. Dengan peluncuran Galaxy Note 9 yang disebut akan semakin dekat, melalui hal itu perusahaan mungkin membalikkan keadaan.

Bicara pengapalan smartphone, meskipun Samsung diprediksi bakalan kepleset, nyatanya Samsung masih menjadi raja. Mengutip data dari laman International Data Corporation (IDC) Worldwide, Samsung masih bertengger di puncak klasemen top 5 company shipments, market share, dan year on year growth di kuartal pertama 2018.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar