Terungkap, Fachri Albar Biasa Gunakan Ganja di Taman

Posted on

JawaPos.com – Aktor tampan Fachri Albar kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus kepemilikan sabu dan obat penenang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (24/5). Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi tersebut langsung dilanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa.

Dalam keterangan saksi disebutkan bahwa terdakwa ditangkap di rumahnya, di Serena Hills, Cirendeu, Tangerang Selatan, tanggal 14 Februari sekitar pukul 07.00 WIB. Pihak kepolisian menggeledah rumah berdasarkan pengembangan informasi terkait penyalahgunaan narkotika.

Saat disambangi, Fachri dan istrinya masih berada di kamarnya di lantai dua dengan kondisi anak-anak yang masih tertidur. Pihak kepolisian dapat masuk ke rumah setelah dibukakan pintu oleh kedua asisten rumah tangga Fachri.

Fachri Albar menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5). (Yuliani NN/JawaPos.com)

Fachri pun dibangunkan istrinya, Renata dan pasrah digeledah. Saat itu, barulah kemudian ditemukan beberapa barang bukti seperti bong, tas hitam berisi sabu, dan botol bekas permen karet berisi setengah linting ganja bekas pakai.

Barang bukti tersebut ditemukan tanpa adanya perlawanan dan Fachri mengakui sebagai pemilik barang haram itu.

“Pertama diperiksa di kamar mandi, di kamar atas. Saya tidur di kamar atas sama istri dan anak-anak. Saat itu masih tidur. Saya kira jam 6 pagi, lalu saya persilakan mereka cek kamar,” Kata Fachri sambil duduk di kursi pesakitan.

Tidak menemukan barang bukti di lantai atas, Fachri melanjutkan bahwa aparat kepolisian menggeledah kamar keluarga di lantai dasar. Ditemani Fachri, barang bukti berupa kotak bekas permen karet, bong alat hisap, dan tas berisi obat ditemukan.

“Terus cek kamar bawah, kamar keluarga, nggak di kunci. Pertama ditemukan kontak permen karet berisi setengah linting ganja di dalam lemari. Polisi nanya itu punya siapa? Saya jawab punya saya. Lalu ditemuin tas berisi sabu di kamar mandi. Tas isi sabu dan dumolit berdekatan di meja wastafel,” lanjut Fachri.

“Bong ditaruh di bawah wastafel kamar mandi. Kalau makai ganja biasanya di taman. Udah lama ada di lemari (ganjanya), takut ketahuan istri kalau dibuang,” papar Fachri di persidangan.

Fachri pun mengakui hal yang dilakukannya adalah salah dan siap menerima hukuman. Sidang pun dilanjut pekan depan pada 5 Juni 2018 dengan agenda pembacaan tuntutan.

(yln/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar