Tes Urine Atas Permintaan DPD Golkar dan Hasil Melani Mustari Positif

Posted on

MAKASSAR – Adanya tumpang tindih terkait hasil tes urine terhadap caleg partai Golkar Melani Mustari (27) yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kota Makassar membuat kepala BNNP Provinsi Sulawesi Selatan Brigjen Pol Mardi Rukmianto angkat bicara.

Kepala BNNP yang berpangkat 1 Bintang di kepolisan ini mengatakan, tes urine yang dilakukan oleh BNNP terhadap kader partai Golkar tersebut adalah permintaan dari DPD 1 untuk memastikan kader yang akan maju di Pileg 2019 bersih dari segala jenis Narkotika.

“DPD sendiri yang menyurat kepada BNNP untuk melakukan tes urine terhadap kadernya, jadi semua hasil yang kita berikan itu semua sudah hasil akhir, lalu kemudian pihak yang bersangkutan (Melani Mustari) belum juga menghadap setelah di berikan asesment atau pihak DPD partai Golkar belum juga datang ke pihak kami (BNNP).” ungkap Kepala BNNP Sulsel via seluler Kamis (26/7/2018).

Terkait surat yang beredar dari Rumah sakit Umum kota Makassar yang menyatakan Melani Mustari “Negative” Narkoba, menurutnya hasil yang dikeluarkan pihak rumah sakit wajar saja tetapi, disni pihak DPD yang menyurat ke BNNP untuk melakukan tes urine dengan kata lain DPD Partai Golkar Sulawesi selatan mempercayakan seutuhnya ke BNNP bukan kerumah sakit.

Dimana surat hasil keterangan bebas narkoba dari pihak RSUD yang ditanda tangani dr Reini Meilani Isbach, M Kes, SP PK terlampir pada nomor 400/Lab RSUD – KM /VII/2018 dikeluarkan pada tanggal 2 Juli 2018, sebagai kelengkapan berkas pendaftaran Caleg Makassar. 

Dilain pihak Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir, meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah, khususnya terkait hasil tes urine anggota DPRD Makassar, Melani Mustari.

Wahab mengatakan, hasil pemeriksaan urine tersebut bukan merupakan Operasi Tangkap Tangan (OTT), tapi keinginan DPD Partai Golkar Sulsel. 

Sementara itu Melani Mustari Anggota Fraksi Golkar di DPRD Makassar, membantah tudingan kepada dirinya yang dinyatakan positif sabu-sabu. Bantahan Melani dengan memperlihatkan hasil tes urine terbaru pertanggal 2 Juli 2018.

Hasil tes urine itu adalah syarat untuk mendaftar sebagai Bakal Calon legislatif. Tes urine terbaru ini dilakukan di RSUD Makassar, Daya.

Sebelumnya beredar foto Surat bernomor R/852/V/Ka/Cm 0100/2018/BNNP-SS yang diterbitkan Badan Narkotika Nasiona (BNN) terkait laporan hasil pemeriksaan tes urine terhadap kader dan fungsionaris partai Golkar dengan jumlah 179 orang.

Dari hasil pemeriksaan tes urine pada tanggal 10 sampai 11 Mei 2018 kemarin, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Makassar Melani Mustari didapat hasil positif methamphetamine dan amphetamine. 

Dari hasil rekomendasi itulah nantinya akan ada asesment yang memperjelas apakah yang bersangkutan benar positif menggunakan Methavitamin atau tidak, tetapi dari pihak DPD Golkar ataupun pihak Melani sendiri.

Diketahui, BNNP Sulawesi selatan diberi kewenangan untuk menerbitkan surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) untuk caleg fraksi golkar yang ingin maju kembali ke kursi parlemen. Sedangkan surat Rekomendasi dari Rumah sakit kota Makassar yang menerbitkan bahwa Melani Mustari negatif dari narkoba belum memberikan keterangan terkait surat tersebut.

“Ya itu laporan hasil tes urine permintaan DPD Golkar. Selanjutnya kita sarankan yang positif untuk dilakukan assesment yang hasilnya sebagai bahan untuk langkah selanjutnya,” pungkas Brigjen Pol Mardi Rukmianto. (*) 



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar