Thahar Rum; Desa Dandang Jauh Dari Konflik Ikut Lomba Desa se Sulsel

Posted on

Luwu Utara, Matasulsel – Wakil Bupati Luwu Utara, Muhammad Thahar Rum, optimis Desa Dandang Kecamatan Sabbang mampu meraih hasil terbaik dalam Perlombaan Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Keyakinan itu ia ungkapkan di hadapan Tim Penilai dari Provinsi Sulsel yang diketuai Sentot Irawan, Selasa (24/7), di Desa Dandang.

“Desa Dandang saat ini jauh lebih modern karena beberapa program kegiatannya sudah mengunakan fasilitas IT. Dandang selangkah lebih maju. Dan semoga sentuhan inovasi yang diterapkan pemerintah desa dapat terus dikembangkan, sehingga bisa menjadi acuan bagi desa yang lain,” tutur Thahar Rum.

Desa Dandang, kata Thahar, dulu sering diasumsikan sebagai daerah yang rawan konflik, tapi dengan semangat ingin berubah dari seluruh elemen masyarakat desa, maka perubahan itu kini nyata terlihat. “Semangat perubahan itu nyata terlihat. Hal ini bisa kita lihat dari prestasi desa Dandang yang mampu mewakili Luwu Utara di ajang lomba desa tingkat provinsi,” terang Thahatr..

“Mudah-mudahan penilaian kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang positif bagi pemerintah daerah, terkhusus bagi warga desa Dandang, sehingga Dandang dapat membuktikan diri bisa berubah menjadi desa yang lebih berkembang. Tentu dengan menjadikan keamanan sebagai sebuah kebutuhan pokok bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Utara, Misbah, mengungkapkan optimismenya terhadap desa Dandang dalam ajanng lomba desa ini. Menurutnya, desa Dandang bisa meraih hasil terbaik. “Dandang saat ini paling menonjol. Menonjol dalam hal pemetaan wilayah dan pemetaan lahan,” ungkap Misbah.

Menurut Misbah, apa yang dilakukan Pemerintah Desa Dandang bukan sesuatu yang instant atau direkayasa, tapi sudah dipersiapkan sejak 2014 silam, sehingga saat ini buahnya dapat dipetik. “Karena ada niat ingin berubah maka desa Dandang mau memulainya. Dan ini ia rancang sejak 2014 lalu,” ungkap Misbah lagi.

“Yang paling menonjol dari desa ini adalah adanya perubahan kesadaran kolektif masyarakat desa, dari daerah yang rawan konflik menjadi desa yang aman, tentram dan damai. Hampir kita tidak dapati lagi konflik-konflik dalam skala seperti dulu. Ini semua karena pendekatan masyarakat dan tentunya pendekatan dari pak Desa,” pungkasnya (yustus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar