The Trading Floor, ‘Debut’ Sensasional Andy Lau

Posted on

JawaPos.com – Andy Lau come back. Ya, setelah sempat vakum beberapa tahun, aktor yang sudah bermain di ratusan film itu, muncul dengan ‘The Trading Floor’.

The Trading Floor adalah proyek mini seri pertama dari rumah produksi Focus Television, yang notabene milik Andy Lau. Dia bekerja sama dengan Fox Networks Group Asia serta Tencent Penguin Pictures.

Tayang perdana pada 24 Mei 2018 lalu, The Trading Floor sukses menyedot para pecinta film. Di Indonesia, serial drama mini ini ditayangkan setiap Kamis pukul 19.30 WIB.

Deretan aktor dan aktris yang terlibat dalam proyek mini seri The Trading Floor, ketika launching film di Hongkong, akhir Mei lalu. (Imam/JawaPos.com)

Sebagai informasi, tak hanya di Hong Kong, The Trading Floor disiarkan secara global di sejumlah negara seperti Taiwan, Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Cina melalui Star Chinese Movies (SCM) milik Fox dan platform over-the-top (OTT).

Adapun di Cina, hak siar Trading Floor dipegang oleh Tencent Penguin Pictures.

The Trading Floor, yang juga disebut Hong Kong Wall Street, dibuat berdasarkan kisah nyata industri keuangan di Hong Kong dalam kurun waktu 20 tahun. Persisnya sejak 1997 saat Hong Kong kembali ke Republik Rakyat Cina hingga 2017.

“The Trading Floor mengangkat sisi lain dunia perdagangan saham yang mungkin terkesan kotor,” ujar Andy Lau dalam konferensi pers yang digelar di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Hong Kong, akhir Mei lalu.

Baca Juga :  Beban Berat Hanung Bramantyo Garap 'Bumi Manusia'

Andy Lau mengaku senang karena Fox Networks Goup Asia memberinya kesempatan memproduksi miniseri dengan berlatar seluk beluk bursa saham di Hong Kong ini.

“Topik yang disuguhkan memang cukup berat, tidak banyak serial drama televisi Hong Kong yang mengangkat topik ini, namun saya senang Fox mewujudkan mimpi saya untuk membuat miniseri ini,” jelas dia.

Dalam menggarap The Trading Floor, Andy Lau menggandeng sutradara kondang KK Wong. Sederet bintang besar Hong Kong juga dilibatkan, di antaranya Francis Ng, Patrick Tam, Maggie Cheung, Carlos Chan, dan aktor Taiwan Joseph Chang.

Yang menarik, serial drama ini hanya terdiri dari lima episode yang masing-masing episodenya berdurasi sekitar satu jam. Cukup baru bagi industri televisi di Hong Kong dan sejumlah negara Asia yang terbiasa dengan serial yang terdiri dari puluhan episode.

Sekalipun demikian, butuh proses tiga tahun hingga dalam menggarap The Trading Floor. “Karena lima episode yang digarap mengikuti standar Hollywood. Kualitas premium,” cetus Andy.

Sesuai dengan Kondisi Kekinian

Marketing Manager FOX Networks Group, Lesley Simpson mengatakan, The Trading Floor sendirir memiliki kedekatan budaya antara kisah dalam The Trading Floor dengan film aat ini.

Yakni penonton menggemari hal-hal yang diangkat dari kisah nyata.

“Bedanya The Trading Floor mengulas kisah nyata yang belum banyak diketahui masyarakat bahwa pasar saham bukan sekedar angka,” kata dia ketika berbincang dengan JawaPos.com.

Baca Juga :  Ditinggal Mudik ART, Artis-artis Ini Pakai Jasa Infal

“Banyak hal-hal yang terjadi di belakang layar, drama serta dunia dengan banyak permainan kotor. Apa yang ditampilkan dalam The Trading Floor bukan tidak mungkin juga terjadi di Indonesia mengingat situasi dalam pasar saham secara global itu sama,” lanjut dia.

Lesley mengaku pihaknya bangga bisa bekerja sama dengan Andy Lau.

Selain dikenal sebagai aktor multitalenta, Andy Lau juga terkenal profesional dan memiliki budaya kerja yang bagus.

“Selama proses produksi yang berlangsung selama tiga tahun, Andy Lau selalu memastikan semua berjalan sesuai rencana untuk menjamin kualitas. Harapannya, tontonan ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia sinematografi di Indonesia agar juga dapat menghasilkan tayangan-tayangan berkualitas,” pungkas Leasley.

Adapun Star Chinese Movies, yang menjadi channel Trading Floor ditayangkan adalah saluran unggulan yang menayangkan film-film blockbuster Asia berbahasa Mandarin. 7 dari top 10 blockbuster tayang di Star Chinese Movies.

Saluran ini merupakan salah satu dari 300 lebih saluran yang didistribusikan oleh FOX Networks Group yang dapat dinikmati di Indonesia.

(mam/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar