THR Cair, Sebaiknya Tidak Digunakan untuk 5 Hal Ini

Posted on

JawaPos.com – Lebaran makin dekat, hampir semua umat Muslim telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Tambahan penghasilan di luar gaji bulanan ini bisa digunakan mengantisipasi pengeluaran yang mungkin timbul akibat tradisi dan kebiasaan selama bulan puasa.

Menurut perencana keuangan dari ZAP Finance Prita Ghozie, tidak semua pengeluaran boleh mempergunakan THR. Terdapat 5 hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan dengan mempergunakan dana dari THR yang diterima.

1. Membayar uang sekolah bulanan anak

Uang sekolah anak sebenarnya adalah pengeluaran rutin bulanan yang sudah seharusnya dilakukan. Membayar dengan mempergunakan THR, sebenarnya menunjukkan kalau Anda tidak mampu untuk membayar uang sekolah anak.

“Kalau misalnya ada les atau kegiatan ekstrakurikuler anak dan Anda mempergunakan THR untuk membayarnya, maka sebaiknya kegiatan les atau ekstrakurikuler ini sebaiknya dihentikan atau disesuaikan dengan kemampuan Anda,” ujarnya.

2. Memberi angpau di luar kemampuan keuangan

Pemberian angpau memang menjadi salah satu tradisi. Namun tidak ada kewajiban perihal pemberian angpau ini. Dalam pelaksanaannya sendiri tidak ada keharusan mengenai besaran dan siapa saja yang layak untuk diberikan. Oleh sebab itu, budgetkan saja besaran angpau yang ingin Anda bagikan, bukan malah memaksakan pengeluaran demi angpau, sehingga Anda mengurangi kesempatan untuk melunasi utang.

“Kalau Anda masih memiliki utang, baik konsumtif maupun produktif, sebaiknya THR dipergunakan untuk melunasi kewajiban, bukan malah memaksakan diri untuk bagi-bagi uang,” tuturnya.

3. Uang muka pembelian barang konsumtif

THR sebaiknya dipergunakan untuk mengurangi utang. Baik untuk melunasi utang kartu kredit, ataupun pelunasan sebagian utang-utang lain yang masih menjadi cicilan.

Jangan mempergunakan THR untuk menambah utang baru, misalnya dipakai sebagai DP (down payment) cicilan kendaraan bermotor yang dibeli hanya untuk momen lebaran. Apalagi jika sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja sudah pas-pasan.

4. Membeli gaya hidup demi gengsi

Tidak ada keharusan untuk membeli baju baru, membawa oleh-oleh, dan memberikan angpau berlebihan. Semua sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan. THR yang diterima sebaiknya diutamakan untuk membayar zakat terlebih dahulu dan melunasi utang kartu kredit sehingga Anda bisa menjalani Lebaran tanpa utang.

Lalu alokasi dana darurat dan investasi, baru selebihnya bisa digunakan untuk gaya hidup. Pahami apa pengeluaran yang sifatnya wajib, butuh, dan ingin.

5. Mengalokasikan seluruh THR untuk investasi atau bisnis

Keberadaan THR memang untuk membantu pengeluaran ekstra yang terjadi selama bulan puasa dan lebaran. Adanya THR berarti Anda juga memiliki kewajiban untuk memberikan THR kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda.

Oleh sebab itu, hak ini harus diberikan terlebih dahulu. Hindari memakai seluruh THR yang diterima untuk kepentingan investasi dan bisnis bilamana harus mengorbankan pengeluaran yang lebih wajib.

(ce1/mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar