Tiga duta model Bojonegoro tampil di Beijing, Tiongkok

Posted on

Even ini diselenggarakan United Nation Association of Asian Culture Artist. Acara ini juga diikuti perwakilan dari lima negara Asia. di antaranya Srilanka, Singapore, India, Vietnam, China, dan Indonesia. Sedangkan ketiga model yang menampilkan model batik jonegoroan ini, menampilkan karya designer Martini Suarsa (MS).  Salah satu desainer  Jakarta yang karyanya tidak hanya diakui di Indonesia tapi juga luar negeri. 

Tiga model asal Bojonegoro yang terpilih mewakili Bojonegoro untuk Indonesia yaitu Regina Aprillya Febrianda (Duta Wisata Bojonegoro 2018), Regita Wardani (Putra Putri Batik Bojonegoro 2018), dan Alma Alyzia Yasmin (Putra Putri Batik Bojonegoro 2018).

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti menyampaikan, ada empat design batik karya MS Collection yang ditampilkan yakni motif surya salak kartika, pari sumilak, rancak thengul dan sekar rosela yang diproduksi oleh pengerajin Batik Jonegoroan Marely Jaya milik Ibu Pudji Rahayu.

“Tahun ini kami ke Negara Tirai Bambu, untuk mempromosi Batik Bojonegoro. Semua ini, dilakukan Martini semata-mata karena kecintaannya terhadap budaya dan masyarakat Bojonegoro,” tutur Enggar, Jumat (18/5).

Dirinya berharap, keikutsertaan tiga model Bojonegoro mewakili Indonesia, akan membuka wawasan dan pengetahuan mereka. Sehingga mampu menyampaikan kepada masyarakat bahwa budaya Indonesia memiliki tempat di mata dunia.

“Itu artinya, masyarakat Bojonegoro mampu bersaing dengan negara lain, melalui karya-karya indah secara sportif dan edukatif. Kita harus optimis tidak perlu kecil hati, ini merupakan prestasi yang luar biasa,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, usai event ini masyarakat semakin berani menunjukkan ekspresi dan karyanya di mancanegara dengan memperkenalkan budaya Indonesia yang sangat beragam.

“Penggiat batik semakin menyuarakan batik Indonesia bukan hanya dari sisi fashion semata melainkan juga dari warisan budaya bangsa yang wajib dibanggakan di luar Indonesia,” ujarnya.

Setelah acara ini selesai, Martini Suarsa bekerjasama dengan Disbudpar Bojonegoro akan mengikuti pameran wisata, travel dialogue dan fashion show Batik Jonegoroan di Yogyakarta, Juamat (25/5) mendatang. Dalan acara tersebut juga mengundang para fashion designer dari China dan Singapura.

“Mereka ingin melihat dan bertemu langsung dengan perajin, fashion, designer, dan asosiasi penggiat wisata Kabupaten Bojonegoro,” tutup Enggar.


(yud/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar