Tol Trans-Jawa dari Merak Hingga Banyuwangi Beroperasi Akhir 2018

Posted on

JawaPos.com – Tujuh ruas tol yang merupakan bagian dari jalan tol trans-Jawa ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada akhir 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan 920 kilometer (km) di antara total 1.150 km yang membentang mulai Merak hingga Banyuwangi. Dari 920 km tersebut, sudah 607 km yang beroperasi. Sementara itu, 313 km sisanya ditargetkan beroperasi pada akhir 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada tujuh ruas tol trans-Jawa yang akan beroperasi secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2018. “Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 43 km dan tol Solo-Sragen sepanjang 36 kilometer saat ini progresnya sudah 100 persen dan siap diresmikan pada Juli 2018,” ujar Menteri Basuki dalam pernyataannya kemarin (27/6).

Tujuh ruas tol yang akan beroperasi tersebut adalah Sragen-Ngawi dan Porong-Gempol. Keduanya ditargetkan beroperasi pada September 2018.

Tol trans-jawa ruas Solo-Ngawi ketika dioperasikan sebagai jalur fungsional saat arus mudik Lebaran 2018. (Arief Budiman/Radar Solo/Jawa Pos Group)

Kemudian, pada bulan berikutnya, akan beroperasi ruas Salatiga-Kartasura. Selanjutnya, pada November 2018, beroperasi ruas Pemalang-Batang dan ruas Batang-Semarang. Berikutnya, pada Desember beroperasi ruas Wilangan-Kertosono dan Pasuruan-Grati-Probolinggo.

Basuki menjelaskan, tol trans-Jawa dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, untuk menurunkan biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing Indonesia.

Ketersediaan jalan tol juga diarahkan untuk lebih mendorong perkembangan potensi ekonomi lokal di sepanjang koridor tol. Salah satunya dengan menyediakan lot-lot bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tempat istirahat (rest area). “Tetap butuh kreativitas pemda dalam memfasilitasi perkembangan UMKM di ruas-ruas tol baru,” kata Basuki.

Basuki mengatakan, ruas tol yang layak secara ekonomi dan finansial akan dibiayai sepenuhnya dari investasi badan usaha. “Sementara dukungan pemerintah diberikan pada ruas tol yang telah layak secara ekonomi namun secara finansial masih kurang,” jelas Basuki. 

(tau/c10/agm)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar