Twitter Makin ‘Galak’, Proaktif Berantas Spam, Pendaftaran Dipersulit

Posted on

JawaPos.com – Twitter tengah memerangi spam dan bot berbahaya dalam skala besar. Salah satu caranya adalah dengan mengutamakan sikap proaktif untuk mengidentifikasi akun dan perilaku bermasalah. Langkah ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menunggu sampai menerima laporan dari pengguna.

Dalam strateginya, Twitter berfokus pada pengembangan perangkat machine learning yang mampu mengidentifikasi dan mengatasi jaringan akun. Termasuk dalam kategori spam dan bot secara otomatis. “Ini membantu mengatasi upaya memanipulasi percakapan di Twitter dalam skala besar, lintas bahasa dan zona waktu, tanpa mengandalkan laporan semata,” tulis Twitter dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (29/6).

Selama Mei 2018, sistem Twitter berhasil mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya. Angka itu naik dari 6,4 juta pada Desember 2017 dan 3,2 juta pada September di tahun yang sama. Berkat peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, Twitter kini bisa menghapus 214 persen lebih banyak akun yang melanggar kebijakan mengenai spam dari tahun ke tahun.

Pada waktu yang bersamaan, jumlah rata-rata angka laporan terkait spam yang diterima melalui sistem pelaporan Twitter terus menurun. Dari rata-rata 25 ribu per hari pada Maret ke angka sekitar 17 ribu per harinya selama Mei 2018. Terdapat penurunan sebanyak 10 persen pada laporan terkait spam. Penurunan jumlah laporan ini menandakan bahwa pengguna menghadapi lebih sedikit spam di linimasa, fitur penelusuran, dan seluruh produk Twitter.

Selain itu, Twitter juga membatasi spam dan penyalahgunaan yang berasal dari Application Programming Interfaces (API) Twitter. Pada Q1 2018, Twitter telah menangguhkan lebih dari 142 ribu laporan yang melanggar peraturan Twitter. Langkah proaktif Twitter juga berhasil menghapus rata-rata lebih dari 49 ribu laporan terkait akun berbahaya setiap bulannya pada April dan Mei.

Metode proaktif dan otomatis ini akan terus digunakan guna menemukan penyalahgunaan pada platform sebelum memberikan dampak yang kurang menyenangkan terhadap pengalaman para pengguna. “Lebih dari setengah permohonan yang ditangguhkan pada Q1 dilakukan dalam waktu satu minggu setelah pendaftaran, bahkan banyak di antaranya dilakukan dalam hitungan jam,” katanya.

Langkah Baru Twitter Berantas Spam

Pemberantasan bot dan spam berbahaya terus menjadi perhatian serius Twitter. Selain langkah yang telah dijelaskan di atas, media sosial yang didirikan ‎Jack Dorsey‎ itu juga melakukan berbagai langkah strategis.

Pertama, mengurangi visibilitas akun yang mencurigakan berdasarkan metrik cuitan dan akun. Twitter telah mulai memperbarui metrik akun secara nyata dan real-time. Sebagai contoh, jumlah follower yang dimiliki sebuah akun atau jumlah likes maupun retweet yang didapat sebuah cuitan, akan diperbarui secara benar saat Twitter melakukan tindakan pada akun tersebut.

Artinya, jika Twitter memasukkan sebuah akun ke dalam keadaan read-only (akun tidak bisa berinteraksi dengan yang lain atau mem-posting cuitan) karena sistem Twitter mendeteksi perilaku yang mencurigakan, maka akun tersebut akan segera dihapus dari jumlah followers dan berbagai keterlibatan. Hal ini dilakukan sampai lolos pengecekan, seperti konfirmasi nomor telepon.

Twitter juga menampilkan peringatan pada akun read-only ini dan mencegah akun baru untuk mengikuti mereka guna membantu mencegah paparan konten berbahaya yang tidak disengaja. Jika akun tersebut berhasil melewati sistem pengecekan, jejaknya akan dipulihkan kembali (meskipun bisa memakan waktu beberapa jam).

Sebagai hasil dari penyempurnaan ini, beberapa pengguna mungkin akan menyadari bahwa metrik akun mereka berubah secara lebih teratur. Perubahan penting ini sebagai cara Twitter menampilkan informasi mengenai sebuah tweet bahwa akun berbahaya tidak dapat meningkatkan kredibilitas akun mereka secara permanen.

Kedua, memperbaiki proses pendaftaran. Untuk mengantisipasi munculnya akun spam baru, Twitter mempersulit pendaftaran akun dengan meminta untuk mengonfirmasi alamat email atau nomor telepon ketika mereka mendaftar ke Twitter. Ini merupakan perubahan penting untuk melindungi para pengguna dari penjahat yang hanya ingin mengambil keuntungan dari keterbukaan platform.

Dalam hal ini Twitter juga akan bekerja sama dengan Trust & Safety Council dan lembaga-lembaga pakar terkait lainya. Hal ini untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan merugikan seseorang dalam lingkungan yang memiliki risiko tinggi. Pembaruan tersebut akan diluncurkan akhir tahun ini.

Ketiga, mengaudit akun-akun yang ada untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda pendaftaran otomatis. Audit ini dimaksudkan untuk mengamankan sejumlah sistem lama yang digunakan untuk membuat akun.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap akun yang dibuat di Twitter telah melewati beberapa pemeriksaan keamanan otomatis sederhana yang dirancang untuk mencegah pendaftaran otomatis. Perlindungan baru yang telah dikembangkan sebagai hasil dari audit ini telah membantu mencegah lebih dari 5 ribu pendaftaran bersifat spam setiap harinya.

Keempat, perluasan sistem pendeteksian perilaku berbahaya. Dalam strategi terakhir ini, Twitter mengotomatisasi beberapa proses saat melihat aktivitas akun yang mencurigakan, seperti melakukan cuitan dalam volume tinggi dengan tagar yang sama, atau menggunakan akun yang sama tanpa balasan dari akun yang pengguna mention.

Tes ini bervariasi dalam hal intensitas. Pada tingkat yang sederhana, mungkin akan melibatkan pemilik akun yang menyelesaikan proses reCAPTCHA sederhana atau permintaan pengaturan ulang kata sandi. Kasus yang lebih kompleks secara otomatis dikirimkan ke tim Twitter untuk ditinjau.

(fab/ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar