Usir Lelah di Tol Wilangan–Madiun dengan Bunga Flamboyan

Posted on

Tol Wilangan–Madiun merupakan titik jenuh. Sebab, ruas itu berada di tengah Solo dengan Surabaya. Potensi kecelakaan juga tinggi. Apalagi, jalannya lurus sehingga menggoda pengemudi memacu kendaraan lebih cepat.

———–

Beberapa kecelakaan pun telah terjadi. Korban jiwa juga sudah ada. Padahal, tol baru resmi dibuka untuk umum pada 30 Maret. ’’Kami sadar tol ini jadi titik jenuh. Karena itu, kami buat pemandangan indah untuk mengusir jenuh,’’ ujar Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno.

Pengguna tol di Madiun melakukan pembayaran dengan uang elektronik saat keluar dari gerbang tol Madiun. (BOY SLAMET/JAWA POS)

NKJ menanam ratusan flamboyan di kiri-kanan tol. Saat ini flamboyan-flamboyan tersebut belum berbunga. Diharapkan, dalam setahun, flamboyan itu tumbuh subur dan berbunga.

Selain flamboyan, pengelola tol menanam cover crops dengan sistem hydroseeding. Jadi, tebing-tebing di sisi kiri maupun kanan tol ditanami rumput dan tanaman berbunga dengan cara hydroseeding. Tebing-tebing di tol Wilangan–Madiun tidak berwujud beton, tetapi berwarna hijau karena ditumbuhi rumput dan tanaman berbunga. Saat ini pemandangan hijau di tebing-tebing tersebut sudah bisa dinikmati. ’’Dengan flamboyan dan hydroseeding, tentu pemandangan jadi sejuk. Hal itu bisa mengurangi potensi kecelakaan. Hydroseeding juga bisa menahan erosi,” papar Iwan.

Langkah tersebut dirasa sangat penting. Sebab, sejak awal tol Wilangan–Madiun memang dirancang lurus. Bahkan, kondisi tol yang lurus itu memanjang dari Wilangan sampai Solo. Karena jalannya yang lurus, Iwan mengistilahkan pengelola tol babak belur dalam membangunnya. Sebab, mereka harus memindahkan 3 makam, 5 masjid, 1 kantor kecamatan, dan 1 pasar hewan.

Baca Juga :  Menaker Sebut Denda Tak Bayar THR Berlaku Untuk Seluruh Perusahaan

Selain membuat pemandangan yang nyaman untuk mengusir jenuh, pengelola tol mengimbau pengguna jalan untuk mengecek kondisi roda dan rem sebelum masuk tol. Para pengguna jalan juga diharapkan tidak memaksakan diri terus berada di balik kemudi ketika sudah lelah. Mereka disarankan beristirahat dulu di rest area. ’’Pecah ban, rem blong, dan pengemudi ngantuk menjadi faktor tertinggi penyebab kecelakaan di sini,’’ jelas Iwan.

Kondisi pecah ban dan rem bermasalah itu terjadi lantaran pengemudi abai melakukan pengecekan. Apalagi, ketika sudah berada di tol, mereka memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Ban jadi panas sehingga mudah pecah. Karena itu pula, pengelola menyarankan agar pengemudi tidak ngebut. Jauh lebih baik pengemudi dan penumpangnya melintas di tol dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi sembari menikmati pemandangan alam.

Bagi yang mengarah ke Solo, pemandangan Gunung Lawu yang berada di depan dan Gunung Wilis di sisi kiri bisa dinikmati. Saat berada di dekat pintu tol Wilangan, pengguna jalan bisa merasakan sensasi melintasi jalan di tengah danau. Sebab, di situ tol memang dibangun di tengah Waduk Bening. ’’Bentang di tengah waduk sekitar 350 meter,’’ ungkap Iwan.

Nikmatnya Pecel 99 dan Bluder Cokro

Madiun adalah Kota Pecel. Tak afdal rasanya kalau tak menyantap pecel saat berkunjung ke Madiun. Seperti julukannya, ada ratusan warung yang menjajakan pecel di sekujur kota di utara Gunung Wilis tersebut.

Salah satu yang bisa jadi jujukan adalah Pecel 99. Letaknya di Jalan Cokroaminoto. Dari pintu tol Madiun hanya butuh waktu lima menit. Warung makan itu telah disinggahi banyak tokoh penting negeri ini. Di antaranya, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga pernah menikmati pecel yang disajikan di atas daun pisang di warung tersebut.

Baca Juga :  Antisipasi Suku Bunga AS Meroket, BI Kerek Suku Bunga Jadi 4,75 Persen

’’Kalau ke Madiun memang harus mencoba Pecel 99. Kalau pagi, nasinya disajikan di atas daun jati dan kalau malam dengan daun pisang,’’ kata Hendro S., salah seorang pegawai Pemkot Madiun yang menikmati makan malam dengan beberapa kawannya di Pecel 99.

Sajian di atas daun jati dan pisang itulah yang membuat Pecel 99 makin nikmat. Dari Pecel 99, perjalanan bisa dilanjutkan ke toko Bluder Cokro. Tokonya berdiri di Jalan Hayam Wuruk, Madiun. Bluder Cokro diklaim sebagai kue lawas khas Madiun yang enak dimakan dan cocok dijadikan buah tangan.

’’Madiun ini kan kota legendaris. Jadi, memang tidak ada salahnya jalan-jalan lebih dulu di Madiun,’’ tutur Iwan Moedyarno, direktur utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). 

(fim/c14/oki)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar