Valuasi Divestasi Saham Freeport Sudah Diajukan Kepada Presiden Jokowi

Posted on

JawaPos.com – Pemerintah melalui induk holding BUMN industri pertambangan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) mengajukan valuasi harga divestasi saham PT Freeport Indonesia kepada  Presiden Joko Widodo.

“Sudah diajukan,” kata Fajar Harry Sampurno Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (5/6).

Harry mengatakan, proses akuisisi menunggu persetujuan Presiden. Namun, Harry belum dapat membocorkan berapa nilai valuasi yang telah dihitung berdasarkan hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Rio Tinto.

Berdasarkan kesepakatan pemerintah dan Freeport, PI Rio Tinto sebesar 40 persen yang akan dikonversi menjadi 40 persen saham divestasi. 

Baca Juga :  Sambut Lebaran, Bank BJB Siapkan Dana Rp 14,4 Triliun

Saat ini pemerintah sudah memiliki 9,36 persen saham Freeport Indonesia. Artinya ada 41,64 persen saham yang wajib dilepas Freeport melalui skema divestasi.

Sebelumnya, Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin menuturkan transaksi untuk mengakuisisi divestasi saham Freeport tersebut merupakan hal yang tersulit sepanjang karirnya.

Hal itu lantaran Inalum harus menuntaskan perjanjian jual beli 40 persen Participating Interest (PI) Rio Tinto di Freeport Indonesia terlebih dahulu.

Dengan kata lain, Inalum harus membeli 40 persen hak partisipasi milik Rio Tinto tersebut bari dikonversikan menjadi kepemilikan saham PTFI dan digabungkan dari pembelian saham dari Freeport-McMoRan (FCX).

Baca Juga :  Pemerintah, Otoritas Fiskal dan Otoritas Moneter Harus Bersinergi

“Transaksi sulit ada tiga pihak PTFI dan Rio Tinto. Terkait dengan saham dan terkait PI, bagaimana konversi saham,” kata Budi.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar