Vivo Nex Resmi Meluncur, Penampilannya Nyaris Tanpa Bezel

Posted on

JawaPos.com – Vivo kembali memperkenalkan produk terbarunya. Datang dari sebuah konsep yang dianggap aneh, kini ponsel dengan tajuk Vivo Nex itu benar-benar terwujud. Bahkan, ponsel tersebut memiliki layar penuh dengan kesan nyaris tanpa bezel alias bezel-less.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman GSMArena, Rabu (13/6), pabrikan ponsel yang masih bersaudara dengan Oppo dan OnePlus itu mengumumkan ponsel terbarunya di Kota Shanghai, Tiongkok, pada Selasa (12/6) waktu setempat.

Vivo Nex merupakan perwujudan nyata dari konsep ponsel dengan kamera swafoto periskop seperti yang ada pada Vivo Apex. Karena hadir dengan layar penuh yang nyaris tanpa bezel, ponsel ini tidak dilengkapi takik atau notch. Vivo menyembunyikan kameranya di balik layar dengan mode pop-up. Kamera tersebut mungkin menyembul secara otomatis ketika kamera selfie diaktifkan.

Vivo NEX S dengan in-screen fingerprint. (GSMArena)

Pabrikan ponsel cerdas asal Tiongkok itu melepas dua versi dari Vivo Nex, yakni Vivo Nex A biasa dan Vivo Nex S atau Ultimate. Baik Vivo Nex A yang menjadi perangkat lebih ekonomis maupun Vivo Nex dengan akhiran ‘S’ atau ‘Ultimate’, keduanya sama-sama hadir dengan layar penuh. Ukuran layarnya 6,59 inci dengan resolusi 2.316×1.080 piksel serta rasio layar 19,3:9 dan fitmen screen-to-body yang fantastis, yakni 91,24 persen.

Dari segi dapur pacu, Vivo Nex A hadir dengan perbekalan tempur yang lebih rendah dari Vivo Nex S. RAM 6 GB dan ROM 128 GB hadir pada perangkat tersebut bersanding dengan chipset Qualcomm Snapdragon 710. Sementara untuk Vivo Nex S hadir dengan spesifikasi jeroan yang lebih ultimate seperti namanya. Pengolahan data dipercayakan pada RAM 8 GB dan ROM 128 GB atau 256 GB yang disandingkan dengan chipset Snapdragon 845.

Kesamaan lain dari Vivo Nex A dan Vivo Nex S, yakni terlihat dari pengaturan kamera belakang ganda dengan sensor utama 12 MP f/1.8 (Sony IMX363) dengan dual pixel autofocus, 1.4um piksel, OIS dan EIS, yang dibantu kamera keduanya berukuran 5 MP f/2.4. Sementara kamera selfie yang tampil ala periskop kapal selam dengan fitur pop-up memiliki resolusi 8 MP aperture f/2.0.

Selain itu, perangkat ponsel bak anak kembar ini juga didukung baterai cukup besar, yakni 4.000 mAh. Perangkat ini dilengkapi fitur fast-charging berdaya 22,5W yang disertakan dalam kotak. Vivo Nex A dan Nex S juga akan hadir dengan Funtouch OS 4.0 yang berjalan di atas Android 8.1 Oreo.

Pembeda antara kedua perangkat ponsel cerdas ini paling jelas terlihat dari fitur keamanan fingerprint-nya. Pada Vivo Nex A, fingerprint-nya masih tergolong konvensional seperti produk ponsel cerdas kebanyakan saat ini. Sensor sidik jarinya terletak di bagian belakang.

Sementara untuk Vivo Nex S atau Ultimate hadir dengan fitur in-screen fingerprint display alias fingerprint dengan sensor di bawah permukaan layar. Jika begitu, maka tidak ada lagi sensor di bagian belakang seperti Vivo Nex A yang lebih murah.

Lainnya yang menarik adalah adanya asisten virtual pintar seperti Samsung Bixby dan Apple Siri. Pada Vivo Nex keduanya disematkan asisten virtual bernama Jovi. Jovi mampu mengidentifikasi gambar, dapat meluncurkan aplikasi, dan mendukung banyak perintah suara lainnya.

Jovi dapat diaktifkan dengan tombol khusus di samping bodinya. Kamera di bagian belakang juga mendapat peningkatan dari kemampuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan fitur pengenalan adegan, HDR, filter, komposisi foto, dan lainnya.

Vivo menyebut kedua perangkat ini bisa didapat dengan sistem penjualan preorder mulai 13 Juni dan tersedia di pasar offline mulai 23 Juni mendatang. Untuk Vivo Nex S versi standar dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB bisa dibawa pulang dengan harga CNY 4.498 atau berkisar Rp 9,7 juta.

Sementara untuk model yang ditingkatkan dengan RAM 8 GB dan konfigurasi memori internal 256 GB akan dibanderol dengan harga CNY 4,998 atau berkisar Rp 10,8 juta. Untuk Vivo Nex A kemungkinan akan hadir dengan banderol harga yang lebih murah, yakni CNY 3,898 atau berkisar pada angka Rp 8,4 jutaan.

Untuk ketersediaan internasional termasuk Indonesia, hingga berita ini dibuat masih belum dapat dipastikan. Sebab Vivo mengatakan bahwa sementara ini kedua smartphone terbarunya itu akan tersedia di pasar Tiongkok saja. Jika perangkat ini masuk Indonesia, apakah sobat JawaPos.com tertarik membeli?

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar