Wanita Paruh Baya Tertangkap OTT Pungli Pedagang CFD

Posted on

GOWA – Tim Satgas Saber Pungli Polres Gowa mengamankan seorang wanita paruh baya bernama Lebong (36), warga Jalan Gagak Lambaselo Nomor 13, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Pasalnya, perempuan itu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) lantaran melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang lapak Car Free Day (CFD).

Tim Saber Pungli sebelumnya mendapat informasi adanya praktik pungli yang dilakukan oleh Lebong. Dari informasi ini hingga Tim Saber Pungli turun langsung melakukan penyelidikan dipimpin Ipda Makmur.

Informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan Tim Saber Pungli menyebutkan bahwa Lebong melakukan pungutan liar terhadap pedagang. Besarnya pungli yang disetorkan pedagang rata-rata Rp.10 ribu hingga Rp.20 ribu per lapak. Pelaku Lebong ini‎ hanya menerima uang tanpa memberikan tanda retribusi penarikan.

Baca Juga :  Sebulan Bebas dari Rutan, Residivis Pencuri Lintas Provinsi Ini Ditembak Polisi

‎Dari hasil penyelidikan ini hingga Kapolres, Gowa AKBP Shinto Silitonga mengeluarkan Surat Perintah Sprin/412/V/2018, tanggal 25 Mei 2018 dan membentuk Tim OTT Pungli Pelayanan Publik dan Tim Satgas Pangan.

Shinto menyebutkan, selain mengamankan pelaku Lebong, Tim Saber Pungli juga mengamankan barang bukti uang senilai Rp.2.229.300 dan handphone Samsung lipat warna putih. Setelah berhasil tertangkap tangan melakukan pungli, pelaku digiring ke Mapolres Gowa untuk diinterogasi.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya bahwa selama ini melakukan pungutan liar terhadap pedagang di Car Free Day antara sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah,” papar Shinto.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya melakukan pungli sudah berlangsung dalam kurun waktu delapan tahun. Aksi pungli dilakukan, kata pelaku, sebab dirinya tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Baca Juga :  Curi Ban Mobil, Pelaku Diringkus Resmob Polres Pinrang

“Atas perbuatannya melawan hukum, maka yang bersangkutan dijerat Pasal 368 KUHP Tentang Pemerasan disertai dengan ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” papar Kapolres Gowa. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar