warga Mamuju menolak ganti rugi lahan bendungan

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel) – Warga Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menolak besaran ganti rugi pembebasan lahan bendungan di daerah setempat karena dinilai tidak sesuai harapan.

“Kami warga Desa Sondoang Kecamatan Kalukku telah mendatangi kantor DPRD Sulbar untuk mengadukan permasalahan besaran ganti rugi lahan kami yang akan diganti rugi untuk pembangunan bendungan,” kata perwakilan warga Arnol Topo Sujadi di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, masyarakat menilai besaran ganti rugi lahan warga milik warga untuk pembangunan bendungan di Kecamatan Kalukku sebesar Rp16.000 per meter dan ganti rugi satu pohon kakao sebesar Rp200.000 tidak sesuai dan ditolak masyarakat.

“Kami berharap DPRD bisa memfasilitasi pertemuan menghadirkan pihak BPN dan tim apresial dan pihak balai yang melaksanakan pembangunan bendungan, untuk menyelesaikan tuntutan masyarakat yang meninginkan nilai ganti rugi lahan dinaikkan,” katanya.

Menurut dia, masyarakat menginginkan besaran ganti rugi hingga Rp60.000 permeter dan ganti rugi setiap pohon kakao masyarakat sebesar Rp350.000 karena jika tidak demikian maka masyarakat akan mengalami kerugian kehilangan lahannya.

“Masyarakat tidak menghalangi pembangunan dan bersedia diganti rugi lahannya namun dengan besaran lahan ganti rugi yang sesuai, masyarakat akan melalui pengadilan bila tidak ada kesepakatan harga antara yang diinginkan masyarakat dan yang akan ditetapkan tim apresial yang merupakan lembaga untuk menetapkan besaran ganti rugi lahan masyarakat,” katanya.

Menanggapi itu ketua komisi I DPRD Sulbar berjanji akan memfasilitasi kembali melakukan pertemuan dengan melibatkan masyarakat dan semua pihak terkait masalah ganti rugi lahan bendungan di Kecamatan Kalukku, untuk menyelesaikan besaran ganti rugi lahan agar tidak ada yang dirugikan.

 



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar