Waspada 7 Komplikasi Diabetes dari Kepala Hingga Ujung Kaki

Posted on

JawaPos.com – Banyak masyarakat tidak sadar jika gula darahnya tinggi. Acuh tak acuh atau takut mengecek kadar gula darah membuat jumlah pasien diabetes tipe II akibat pola hidup saat ini meningkat. Masyarakat baru sadar memiliki gula darah yang tinggi ketika sudah ada penyakit komplikasi yang menyertainya.

Gejala awal diabetes biasanya adalah banyak minum, banyak buang air kecil, dan banyak makan. Berat badan juga menurun drastis.

“Karena gejalanya tidak terlalu terasa sehingga orang enggak ngeh. Kalau lapar ya makan, haus ya minum, dan kebelet pipis ya buang air kecil. Maka sering tak disadari,” kata Edukator Diabetes Fakultas Ilmu Keperawatam Universitas Indonesia (FIK UI) Yulia kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Berbagai komplikasi penyakit diabetes dapat menyerang seseorang dari mulai kepala hingga kaki. Karena itu penyakit ini disebut sebagai penyakit katastropik. Biaya atau beban yang dikeluarkan negara untuk menanggung penyakit ini beserta komplikasinya juga tidak sedikit. Gaya hidup sehat terus dikampanyekan oleh berbagai tenaga kesehatan dan pemerintah.

Yulia menjelaskan komplikasi penyakit ini dimulai dari kepala hingga ujung kaki. Maka dari itu, mulai sekarang hidup sehat, banyak olahraga dan kontrol gula darah.

Baca Juga :  Bagian Penting dari Tubuh, Cari Tahu Kondisi Kelenjar Tiroid Diri Anda

Penyakit Jantung dan Kardiovaskular

Penyakit Jantung Koroner (PJK) memiliki lima faktor risiko yakni hipertensi, diabetes, kolesterol, rokok, dan genetik. Penyakit kardiovaskuler yang bisa dipicu oleh diabetes adalah stroke. Komplikasi ini penyakit lanjutan yang mempengaruhi sistem kerja jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini diakibatkan oleh tingginya kandungan kolesterol dan glukosa pada darah yang tidak terkontrol.

Retinopati adalah komplikasi diabetes yang menyerang pada mata yaitu kebutaan. Tingginya kadar glukosa, kolesterol, dan tekanan darah merupakan penyebab utama komplikasi diabetes ini.

Penyakit ini biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus yang tergantung pada suntikan insulin.
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL, meskipun pada beberapa pasien diabetes gejalanya sudah dirasakan pada kadar gula darah masih di atas 70 mg/dL.

Gejalanya berkeringat, gelisah, gemetar, berdebar, lidah dan bibir kesemutan, serta penglihatan ganda. Bingung pembicaraan tak jelas, berlanjut kejang, dan pingsan. Beberapa hal bisa memicu terjadinya hipoglikemia. Di antaranya, takaran insulin dan tablet obat diabetes terlalu tinggi, makan sedikit mengandung karbohidrat, terlambat atau tidak makan, aktivitas fisik berlebih, penurunan fungsi hati dan ginjal.

Baca Juga :  Bunda, Lakukan 6 Teknik Menenangkan Bayi Saat Menangis

Ginjal paling banyak menjadi penyakit komplikasi dari diabetes. Karena penyakit ini menyerang pembuluh darah kecil yang lebih banyak jumlahnya di dalam tubuh. Maka seseorang baru sadar terkena diabetes jika ternyata ginjalnya sudah rusak. Akibatnya, ancaman cuci darah pun harus dilakukan.

Seseorang terkena diabetes lebih rentan. Kondisinya membuat tubuh mudah terserang bakteri.

Kemudian komplikasi menuju ke bagian tubuh di area bawah. Fungsi reproduksi akan terganggu. Pada pria dapat menyebabkan impotensi dan pada wanita dapat menyebabkan keputihan atau kurangnya libido.

Lalu komplikasi paling banyak adalah luka (ulkus) pada kaki. Jika kaki sudah terkena luka dan makin memburuk, dapat berpotensi mengalami amputasi. Hingga mati rasa atau kesemutan.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar