Waspadai Makanan Mengandung Borak dan Formalin, Ini Ciri-cirinya

Posted on

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Banda Aceh Warqah Helmi di Banda Aceh, Sabtu (19/5). Menurut Warqah, selama ini masih ada produk-produk pangan olahan terindikasi mengadung zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Untuk menghindari ini, diperlukan kecermatan dan kehati-hatian ketika membeli makanan atau minuman.

“Formalin dan boraks untuk kadar yang sedikit memang tidak ada masalah. Tetapi jika digunakan atau dimakan akan terjadi pengumpulan di dalam tubuh. Ini yang bisa berbahaya buat tubuh kalau digunakan terus menurus,” ungkap Warqah.

Efek yang ditimbulkan jika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya tersebut ialah mual dan muntah. Ini merupakan keluhan jangka pendek. Sedangkan dalam waktu jangka panjang ialah menimbulkan kerusakan organ-oran vital dalam tubuh.

“Tapi keluhan jangka pajang itu bisa menimbulkan kerusakan dan malah kanker. Itu yang berat,” terangnya.

Guna menghindari itu, masyarakat dianjurkan lebih teliti dan cermat memperhatikan makanan atau minuman yang hendak dibeli. Terutama pada makanan berbahan dasar seperti mi dan bakso, karena umumnya dua jenis makanan ini sering mengandung zat terlarang.

“Makanya kita anjurkan lihatlah makanan-makanan itu. Ini makanan yang sering dijual dan mengandung boraks dan formalin. Kita imbau masyarakat untuk hati-hati dalam membelinya,” sambungnya.

Makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya sukar dikenali, sehingga kondisi ini menyulitkan masyarakat untuk membedakannya. Namun kebanyakan produk pagan olahan ini berwana cerah dan bertekstur kenyal.

“Terutama minumkan atau makanan yang warnanya mencolok. Misalnya bahan yang menggunakan rodhamin b, yang warna merah. Ada juga yang berwarna kuning. Ini juga kita curigai,” paparnya.  

Dinkes Kota Banda Aceh berharap masyarakat bisa memperhatikan dan juga awas terhadap makanan dan minuman tersebut. Apalagi makanan dan minuman berwarna biasanya lebih manarik perhatian pembeli atau masyarakat untuk dibeli.

Untuk mencegah peredaran makanan dan minuman mengandung zat berbahaya selama Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh kini melakukan razia. Sasaranya adalah makanan untuk berbuka puasa atau takjil. 


(mal/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar