WhatsApp Bikin Sayembara Berhadiah Ratusan Juta, Berani?

Posted on

JawaPos.com – WhatsApp menggelar sayembara untuk mencari peneliti yang bisa meng-counter berita bohong yang beredar di platform-nya. Aplikasi instant messaging itu bahkan menyiapkan imbalan uang ratusan juta rupiah bagi siapa pun yang bisa menyelesaikan permasalahan berita bohong.

Melalui situs resminya, WhatsApp akan membayar para peneliti hingga USD 50 ribu atau berkisar Rp 715 juta untuk mempelajari wabah berita palsu yang beredar di aplikasinya. “WhatsApp memberikan serangkaian penghargaan kompetitif untuk para peneliti yang tertarik dalam mengeksplorasi isu-isu yang terkait dengan kesalahan informasi di WhatsApp,” tulis pihak WhatsApp dalam pengumumannya sebagaimana dilansir dari laman Mashable, Kamis (12/7).

“Kami akan serius mempertimbangkan proposal dari setiap ilmu sosial dan perspektif teknologi yang mengusulkan proyek yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang masalah kesalahan informasi di WhatsApp,” sambungnya.

Ilustrasi: Warning hoaks di aplikasi WhatsApp. (DailyExpress)

Atas inisiatif baru itu, para peneliti yang proposalnya disetujui dapat memperoleh dana untuk mempelajari berbagai aspek misinformasi di WhatsApp. Termasuk isu-isu terkait pemilu dan konten viral. Adapun pengumuman ini muncul setelah pemerintah India mengkritik layanan pesan singkat tersebut karena perannya dalam menyebarkan informasi palsu terkait serangkaian kasus mematikan kekerasan massa di negara tersebut.

Nantinya, peneliti yang telah diterima WhatsApp harus bisa mengumpulkan dan menganaliasa data, menyelidiki masalah serta isu yang tengah menjadi perbincangan, kemudian mengimplementasikannya ke dalam sistem atau alat konseptual.

Setiap peneliti nantinya akan berhak menerima hak kekayaan intelektual atas upaya analisis dan data yang mereka gali. Meskipun para peneliti akan menerima ‘bimbingan’ dari perusahaan, mereka tidak akan diberikan akses ke data WhatsApp.

Mengatasi penyebaran berita palsu atau misinformasi memang telah menjadi isu yang semakin mendesak untuk WhatsApp dan Facebook sebagai induk teknologinya. Sementara penyebaran berita palsu di aplikasi utama Facebook telah menarik perhatian dari media AS dan pembuat undang-undang, penyebaran informasi palsu di WhatsApp justru telah sangat merusak di India.

Menurut laman TheWashingtonPost, berita palsu yang beredar melalui WhatsApp di India menyebabkan meregangnya nyawa manusia akibat hoax yang menyebar secara masif di platform tersebut. Buntutnya, Kementerian Elektronik dan Informasi Teknologi (IT) India menyebut, pemerintah menyampaikan bahwa WhatsApp harus segera mengambil tindakan untuk mengakhiri ancaman ini, juga memastikan bahwa platform mereka tidak digunakan untuk kegiatan-kegiatan mengancam jiwa.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar