Yusril Sampaikan Otopsi Akan Buka Tabir Kematian Wartawan M Yusuf

Posted on

JAKARTA – Wartawan media Kemajuan Rakyat di Kota Baru, Kalsel, meninggal dunia setelah dilarikan dari Lapas Kota Baru ke RSUD setempat akibat menderita sesak nafas dan muntah-muntah. Yusuf ditahan sejak pertengahan April dan kini sedang diadili di Pengadilan Negeri Kota Baru.

Yusuf menjadi pesakitan karena dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh PT MSAM, perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Haji Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, pengusaha batubara dan perkebunan terkemuka berbasis di Batulicin, Kalimantan Selatan. Yusuf didakwa melanggar Pasal 45A UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman penjara maksimum 6 tahun atau denda Rp.1 milyar.

Kematian wartawan M Yusuf menarik perhatian publik di Kalsel dan di tingkat nasional. Kapolres Kotabaru mengatakan dari visum sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yusuf. Jenazah Yusuf langsung diserahkan ke keluarganya dan dimakamkan keesokan harinya, Senin, (11/6 2018).

Baca Juga :  Petani Sidrap Ditemukan Tewas di Kebun dengan 20 Luka Tusuk

Yusril berpendapat, kematian Yusuf karena sesak nafas dan muntah-muntah, mestinya tidak cukup dijelaskan dengan visum sementara sebagaimana dikatakan Kapolres Kota Baru. Tetapi harus dilakukan secara mendalam dengan melakukan bedah mayat (otopsi) untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Keluarga almarhum seyogianya mengizinkan otopsi ini demi terungkapnya sebuah kebenaran,” saran Yusril.

Mengingat jenazah baru saja dimakamkan, lanjut Yusril, maka pemeriksaan melalui otopsi masih dapat dilakukan secara optimal. Dengan otopsi, dokter dapat menjelaskan penyebab mengapa Yusuf sesak nafas dan muntah-muntah serta meninggal hanya sekitar 30 menit setibanya di rumah sakit.

Menurut Ketum PBB ini, otopsi terhadap jenazah Yusuf, akan membuka tabir misteri kematiannya. Kalau kematiannya wajar, maka masalahpun selesai. Artinya, ajal memang telah tiba bagi almarhum, yang memang tidak dapat ditunda oleh siapapun. Tapi kalau kematiannya tidak wajar, maka penanganan kasus kematiannya harus melibatkan Bareskrim Mabes Polri agar dapat menghasilkan penyelidikan dan penyidikan yang obyektif, siapa yang bertanggungjawab atas kematian wartawan M. Yusuf.

Baca Juga :  Kapolda Sulsel Buka Puasa Bersama Personel BKO Mabes Polri di SPN Batua

“Ini harus dilakukan demi tegaknya hukum dan keadilan,” kata Yusril mengakhiri keterangannya. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar