Zinedine Zidane Berburu Rekor, Juergen Klopp Coba Pupus Tabu

Posted on

JawaPos.com – Final Liga Champions 2017-2018 yang mempertemukan Real Madrid kontra Liverpool, Minggu (27/5) dini hari WIB, bakal menjadi momen penting bagi kedua arsitek, Zinedine Zidane dan Juergen Klopp. Kedua juru racik memiliki misi berbeda di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kyiv, tempat laga final digelar.

Zidane secara tegas menyatakan bahwa ambisi besarnya adalah membawa Madrid menjuarai Liga Champions musim ini. Andai itu terwujud, Madrid akan menjadi klub pertama yang bisa tiga kali beruntun alias hat-trick juara di era Liga Champions. Sebelumnya, Madrid sudah mengukir rekor sebagai klub pertama yang juara back to back di era Liga Champions. Madrid melakukannya pada 2015-2016 dan 2016-2017.

Bagi Madrid, menjuara ajang ini tiga kali beruntun sebenarnya bukan hal yang baru. Saat masih bernama Piala Champions, Los Blancos – julukan Madrid, bahkan juara lima kali beruntun yakni pada 1955-1956, 1956-1957, 1957-1958, 1958-1959, dan 1959-1960.

Zidane dan Klopp mengincar Si Kuping Besar (Zimbio)

Tak hanya bagi Madrid, tentu rekor itu juga akan diukir oleh Zidane sendiri. Andai terwujud, Zidane akan menjadi pelatih pertama yang mampu tiga kali juara secara beruntun di era Liga Champions. Tak hanya itu, Zidane akan menjadi pelatih pertama yang berhasil juara tiga kali – bahkan beruntun – bersama satu klub di era Liga Champions

Baca Juga :  Pemegang Hak Siar Liga 1 Ingin Persija vs Persebaya Dijadwal Ulang

Selain itu, Zidane akan menyamai rekor Bob Paisley dan Carlo Ancelotti sebagai juru racik yang tiga kali juara dalam sejarah ajang ini. Paisley melakukannya pada 1976-1977, 1977-1978, dan 1980-1981 dan semuanya bersama Liverpool. Sedangkan Ancelotti melakukannya pada 2002-2003, 2006-2007, dan 2013-2014. Pada 2002-2003 dan 2006-2007 bersama AC Milan, sedangkan pada 2013-2014 bersama Real Madrid.

“Akan menjadi momen yang sangat indah andai mampu mewujudkan rekor tersebut. Dan, saya yakin semua pemain ingin melakukannya,” sebut Zidane seperti dilansir Sky Sports.

“Saya senang Madrid kembali berlaga di final Liga Champions. Namun, kesenangan itu tak ada artinya andai kami gagal juara. Kami harus mengakhiri laga dengan kemenangan,” imbuh Zidane.

Sementara itu, saat Zidane berburu rekor, sebaliknya bagi Klopp, manajer Liverpool. Juru racik asal Jerman itu akan berusaha sekuat tenaga memupus tabu final kompetisi Eropa. Bagi Klopp, ini merupakan final keduanya di Liga Champions dan final ketiga di ajang Eropa. Hanya saja, Klopp selalu mengalami kegagalan.

Baca Juga :  NSC Olimpiyskiy Stadium Punya Kedekatan dengan Real Madrid

Klopp merasakan final Liga Champions pertama kali pada 2012-2013 bersama Borussia Dortmund. Di final, Dortmund kalah dari rival utamanya di Jerman yakni Bayern Muenchen. Selanjutnya, bersama Liverpool, Klopp berhasil merasakan final di ajang Eropa yakni Liga Europa pada 2015-2016. Namun, lagi-lagi dia gagal mengangkat trofi. The Reds – julukan Liverpool, dikalahkan Sevilla dengan skor 1-3 di partai puncak.

Berdasar itu, di Kyiv, Klopp akan mencoba memupus tabu selalu kalah di ajang Eropa. Sebuah misi yang memang tak mudah lantaran Madrid di bawah Zidane selalu juara ketika berlaga di final Liga Champions.

(epr/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar